Loading...

semburat jingga

semburat jingga
tenggelam.... kembali

Rabu, 03 Maret 2010

TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI


PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI
Oleh Diana Eka Siskarini
080210193001
BAB I
PENDAHULUAN




1.1 Latar belakang
Dunia telah berubah. Dewasa ini kita hidup dalam era informasi/global. Dalam era informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu (Dryden & Voss, 1999). Berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia akan mampu bersaing dalam era global.
Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global. Apa akibatnya? Negara yang telah maju dan mampu mengintegrasikan teknologi tersebut secara sistemikatau holistik, melompat berkali lipat jauh lebih maju. Beberapa contoh yang telah maju dan jauh meninggalkan diantaranya adalah Singapura, Jepang dan Korea. Sementara itu, negara-negara berkembang lain yang belum mampu mengintegrasikan teknologi tersebut secara komprehensif semakin berkali lipat jauh tertinggal. Kondisi seperti ini dinamakan kesenjangan digital (digital divide).
Indonesia perlu segera mengurangi kesenjangan digital ini dengan mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara sistemik untuk semua sektor pemerintahan seperti perdagangan/bisnis, administrasi publik, pertahanan dan keamanan, kesehatan dan termasuk pendidikan. Dalam pendidikan sangat perlu sekali dikembangkan pembelajaran berbasis TIK karena TIK sangat bermanfaat bagi pendidikan . Dalam makalah ini ,penulis ingin mengupas masalah peranan TIK dalam pendidikan ,khususnya dalam ruang lingkup Biologi.

1.2 Rumusan Masalah
Beberapa permasalahan yang penulis ingin coba dibahas dalam makalah ini adalah meliputi:
1) Apa yang dimaksud dengan pengintegrasian atau memanfaatkan TIK ke dalam proses pembelajaran Biologi?
2) Mengapa TIK perlu dalam pembelajaran Biologi?;
3) Kegunaan TIKdalam proses pembelajaran Biologi?
4) Bagaimana mengintegrasikan atau memanfaatkan kegunaan TIK dalam belajar Biologi?

1.3.Tujuan
Tujuan dari pada pembuatan makalah tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah antara lain :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran Biologi;
2. Mengetahui perlunya pengintegrasian TIKdalam proses pembelajaran Biologi
3. Mengetahui kegunaan TIK dalam pembelajaran Biologi
4. Mengetahui bagaimana pengintegrasian Teknologi Informasi dan Komunikasi dalambelajar Biologi.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Hidup dalam era informasi di abad 21 ini merupakan kenyataan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan era global saat ini. Untuk mendorong kesiapan SDM di era global melalui pendidikan di sekolah, maupun di perguruan tinggi,pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran Biologi perlu dilakukan untuk:
1) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa khususnya dalam bidang Biologi;
2) mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT literacy) itu sendiri, untuk kelancaran proses belajar dalam ruang lingkup Biologi,
3) untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi dan kemenarikan proses pembelajaran di bidang biologi.
Perkembangan teknologi informasi sangat penting dan sangat berguna untuk mendukung kegiatan belajar khususnya Biologi.Teknologi informasi dan komunikasi dapat mendukung siswa atau mahasiswa untuk aktif dalam proses belajar sehingga lebih mudah dan efektif. Untuk lebih jelas akan dibahas dalam pembahasan.
Pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasik TI baik yang bersifat off-line maupun on-line, bisa dimanfaatkan sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang berminat. Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), dalam jangka waktu yang relatif singkat, berkembang dengan sangat pesat. Pengguna Internet di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan data perkiraan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) sampai dengan akhir tahun 2005 pengguna internet indonesia mencapai 16 juta pengguna, naik hampir 50 % dibandingkan dengan data pengguna internet tahun 2004 yang mencapai 11 juta pengguna (www.wahanakom.com).
Dalam kebijakan nasional, TIK menjadi kunci dalam 2 hal yaitu
(1) effisiensi proses, dan
(2) memenangkan kompetisi.
Demikian juga dengan lembaga pendidikan .Tanggung jawab pendidikan dalam memasuki era globalisasi yaitu harus menyiapkan siswa atau mahasiswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Hal ini menyebabkan pendidikan mulai dari tingkat terendah maupun sampai tingkat atas dituntut untuk mampu menghasilkan SDM-SDM unggul yang mampu bersaing dalam kompetisi global ini.
Pada era globalisasi saat ini sangat berkembang teknologi canggih,terutama teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan manusia tentang ruang dan waktu.















BAB III
PEMBAHASAN

Perkembangan teknologi terutama teknologi komunikasi dan teknologi informasi (ICT), yang telah memperngaruhi sluruh aspek kehiduan tak terkeculai pendidikan, sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk memberikan dukungan terhadap adanya tuntutan reformasi dalam system pendidikan.
Pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasik TI baik yang bersifat off-line maupun on-line, bisa dimanfaatkan sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang berminat. Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), dalam jangka waktu yang relatif singkat, berkembang dengan sangat pesat. Pengguna Internet di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan data perkiraan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) sampai dengan akhir tahun 2005 pengguna internet indonesia mencapai 16 juta pengguna, naik hampir 50 % dibandingkan dengan data pengguna internet tahun 2004 yang mencapai 11 juta pengguna (www.wahanakom.com).
Dalam kebijakan nasional, TIK menjadi kunci dalam 2 hal yaitu
(1) effisiensi proses, dan
(2) memenangkan kompetisi.
Demikian juga dengan lembaga pendidikan .Tanggung jawab pendidikan dalam memasuki era globalisasi yaitu harus menyiapkan siswa atau mahasiswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Hal ini menyebabkan pendidikan mulai dari tingkat terendah maupun sampai tingkat atas dituntut untuk mampu menghasilkan SDM-SDM unggul yang mampu bersaing dalam kompetisi global ini.
Pada era globalisasi saat ini sangat berkembang teknologi canggih,terutama teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan manusia tentang ruang dan waktu.
perkembangan teknologi informasi merupakan suatu perkembangan sarana informasi dan komunikasi yang sangat bermanfaat bagi bangsa indonesia untuk sarana pendukung belajar khususnya dalam lingkup Biologi.dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini kita dapat mendapatkan informasi tentang Biologi dengan mudah .Sekarang di Indonesia, sedang pengintegrasian teknologi TIK dalam proses belajar untuk semua bidang salah satunya adalah pendidikan khususnya dalam Biologi ,untuk mengurangi kesenjangan digital .Sementara itu, yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi disini meliputi teknologi cetak maupun non-cetak (seperti teknologi audio, audio-visual, multimedia, internet dan pembelajaran berbasis web).
Apa yang Dimaksud dengan Mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran?
Secara sederhana, mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran sama maknanya dengan menggunakan TIK untuk belajar (using ICTs to learn) sebagai lawan dari belajar menggunakan TIK (learning to use ICTs). Belajar menggunakan TIK mengandung makna bahwa TIK masih dijadikan sebagai obyek belajar atau mata pelajaran.
Sebenarnya, UNESCO mengklasifikasikan tahap penggunaan TIK dalam pembelajaran kedalam empat tahap sebagai beirkut:
1) Tahap emerging, baru menyadari akan pentingnya TIK untuk pembelajaran dalam Biologi.
2) Tahap applying, satu langkah lebih maju dimana TIK telah dijadikan sebagai obyek untuk dipelajari (mata pelajaran) hal ini dilakukan agar peserta didik dapat memanfaatkan TIK yang sedang berkembang saat ini, untuk mendapatkan informasi tentang Biologi dengan cepat dan mudah.
3) Pada tahap integrating, TIK telah diintegrasikan ke dalam kurikulum (pembelajaran) untuk menujang pembelajaran Biologi agar lebih mudah diserap atau mudah dimengerti oleh peserta didik dalam pembelajaran Biologi..
4) Tahap transforming merupakan tahap yang paling ideal dimana TIK telah menjadi katalis bagi perubahan/evolusi pendidikan.
TIK diaplikasikan secara penuh baik untuk proses pembelajaran Biologi . Apa yang terjadi dalam praktek pembelajaran di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, TIK masih dijadikan sebagai obyek atau mata pelajaran. Sebagian besar, TIK masih dijadikan sebagai obyek belajar atau mata pelajaran di sekolah-sekolah. Bahkan di tingkat perguruan tinggi atau akademi, banyak dibuka program studi yang berkaitan dengan TIK, seperti teknik informatika, manajemen informatika, teknik komputer, dan lain-lain,agar penerus bangsa dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin berkembang,untuk menunjang sarana belajar khususnya dalam ruang lingkup Biologi.
Mengapa perlu adanya Pengintegrasian TIK ke dalam Proses Pembelajaran Biologi ?
Jawabannya sangat berkaitan erat dengan mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk siap memasuki era masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Tahun 2020 Indonesia akan memasuki era perdagangan bebas (AFTA). Pada masa itu, masyarakat Indonesia harus memiliki ICT literacy yang mumpuni dan kemampuan menggunakannya untuk meningkatkan produktifitas (knowledge-based society). pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran Biologi dapat meningkatkan ICT literacy, membangun karakteristik masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society) pada diri siswa, disamping dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran Biologi itu sendiri.
Dalam pembelajaran Biologi selalu diadakan kegiatan praktikum untuk menujang kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan bahan atau contoh yang nyata,misalnya praktikum tentang morfiologi tumbuhan disana para peserta praktikum membawa bahan yang akan di praktikumkan.selain bahan alat laboratorium Biologi juga perlu,dan untuk mendapatkan alat yang ada dalam laboratorum Biologi tidak dengan mudah kita dapat kita beli di pasar seperti barang lain,disini kita perlu memesan dan memesan alat laboratorium itu tentunya kita sudah berhubungan dengan alat canggih yang berbasis TIK,untuk memcari informasi tentang peralatan laboratoriumtersebut,misalnya akses lewat internet ataupun langsung menghubungi penyedia peralatan tersebut.
Pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran Biologi memiliki tiga tujuan utama:
(1) untuk membangun ”knowledge-based society habits” dalam Biologi seperti kemampuan memecahkan masalah (problem solving) tentang Biologi kemampuan berkomunikasi, kemampuan mencari informasi tentang Biologi, mengoleh/mengelola informasi tersebut ,dan mengubahnya menjadi pengetahuan baru dan mengkomunikasikannya kepada oranglain;
(2) untuk mengembangkan keterampilan menggunakan TIK (ICT literacy); dan
(3) untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran Biologi.

Apakah kegunaan TIK dalam pembelajaran Biologi?
Secara teoretis TIK memainkan peran yang sangat luar biasa untuk mendukung terjadinya proses belajar dalam lingkup Biologi antara lain adalah sebagai berikut:
• Active; memungkinkan siswa atau mahasiswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar Biologi yang menarik dan bermakna.
• Constructive; memungkinkan siswa atau mahasiswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan Biologi yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya.
• Collaborative; memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya.
• Intentional; memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
• Conversational; memungkinkan proses belajar Biologi secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa atau mahasiswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar jam pelajaran.
• Contextualized; memungkinkan situasi belajar Biologi diarahkan pada proses belajar Biologi yang bermakna (real-world) melalui pendekatan ”problem-based atau case-based learning”
• Reflective; memungkinkan siswa atau mahasuswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar Biologi itu sendiri.
Dengan kata lain, TIK memungkinkan pembelajaran Biologi dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar Biologi(multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik . dengan kemajuan TIK memungkinkan pembelajaran Biologi disampaikan secara interaktif dan simulatif sehingga memungkinkan siswa atau mahasiswa belajar secara aktif. TIK juga memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta secara tidak langsung meningkatkan ”ICT literacy” .
Dengan kata lain, pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran dapat membangun karakteristik masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society) pada diri siswa atau mahasiswa. Jika pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran dilakukan sejak saat ini ,maka penerus bangsa ini akan siap menjadi bagian dari masyarakat global pada masa diberlakukannya AFTA tahun 2020 mendatang. Penulis merasa bahwa pengintegrasian kemajuan TIK yang sangat bermanfaat ini ke dalam proses pembelajaran merupakan masalah yang ”urgent” untuk mempersiapkan sumber daya manusia berbasis pengetahuan (knowledge-based human resources) yang sangat diperlukan di abad ke-21 ini.
Perkembangan TIK yang semakin mutakhir saat ini telah membawa revolusi pendidikan yang keempat. Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika diguanakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio, televisi komputer dan internet untuk pemerataan dan perluasan pendidikan.

Bagaimana mengintegrasikan manfaat TIK dalam belajar Biologi?

Dua pendekatan yang dapat dilakukan guru Biologi ketika merencanakan pembelajaran Biologi yang mengintegrasikan TIK, yaitu:
1) pendekatan topik (theme-centered approach); dan
2) pendekatan software (software-centered approach).
• Pendekatan Topik (Theme-Centered Approach);
Pada pendekatan ini, topik atau satuan pembelajaran dijadikan sebagai acuan. Secara sederhana langkah yang dilakukan adalah:
1) menentukan topik tentang Biologi;
2) menentukan tujuan pembelajaran Biologi yang ingin dicapai; dan
3) menentukan aktifitas pembelajaran Biologi dan software (seperti modul. LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM, bahan belajar on-line di internet, dll) yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran Biologi tersebut.
• Pendekatan Software (Software-centered Approach);
menganut langkah yang sebaliknya. Langkah pertama dimulai dengan mengidentifikasi software (seperti bku, modul, LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM, bahan belajar on-line di internet, dll) yang ada atau dimiliki terlebih dahulu. Kemudian menyesuaikan dengan topik dan tujuan pembelajaran Biologi yang relevan dengan software yang ada tersebut. MSWord. Atau kalau perlu mempresentasikan hasilnya dengan menggunakan MSPowerpoint.












BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan peran TIK dalam proses belajar Biologi sangatlah penting karena dengan perkembangan TIK saat ini dapat memudahkan kita dalam mencari informasi khususnya dalam bidang Biologi ,sehingga pengintegrasian TIK dalam proses belajar Biologi sangat penting.
Beberapa peranan TIK dalam pembelajaran Biologi dapat mendukung proses belajar Biologi dan mendukung siswa atau mahasiswa antaralain adalah active ,constructive ,collaborative ,intentional ,conversational ,contextualized dan ,reflective.
• Active; memungkinkan siswa atau mahasiswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar Biologi yang menarik dan bermakna.
• Constructive; memungkinkan siswa atau mahasiswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan Biologi yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya.
• Collaborative; memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya.
• Intentional; memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
• Conversational; memungkinkan proses belajar Biologi secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa atau mahasiswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar jam pelajaran.
• Contextualized; memungkinkan situasi belajar Biologi diarahkan pada proses belajar Biologi yang bermakna (real-world) melalui pendekatan ”problem-based atau case-based learning”
• Reflective; memungkinkan siswa atau mahasuswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar Biologi itu sendiri.
Dengan kata lain, TIK memungkinkan pembelajaran Biologi dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar Biologi(multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik . dengan kemajuan TIK memungkinkan pembelajaran Biologi disampaikan secara interaktif dan simulatif sehingga memungkinkan siswa atau mahasiswa belajar secara aktif. TIK juga memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta secara tidak langsung meningkatkan ”ICT literacy” .

4.2 Saran
Sebaiknya pembelajaran dengan memanfaatkan TIK disekolah maupun diperguruan tinggi lebih di tingkatkan lagi agar proses belajar lebih lancar dan mudah dimengerti peserta didik,agar para peserta didik bisa lebih terampil memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju di era globalisasi ini ,untuk mendukung proses pendidikannya menjadi lebih lancar.










DAFTAR PUSTAKA

www.wahanakom.com.
http://www.edukasi.net
http://www.jis.or.idhttp://www.oke.or.idhttp://www.wahanakom.com Simposium Pendidikan 2008 36
http.//puslitjaknov.org/data/file/2008/makalah_poster_session_pdf/MuhammadAnas_PemanfaatanInformasidanKomunikasi(TIK).pdf
http://www.wtvi.com/teks/integrate/tcea2001/powerpoi
http://www.wtvi.com/teks/tiantoutline.pdf
http://www.microlessons.com

Tidak ada komentar: